Workshop “Cara Asyik Membuat Buku ala Bookcraft” (Review Acara)

Standard

Serangkaian acara digelar pada program World Book Day 2009, salah satunya Workshop “Cara Asyik Membuat Buku ala Bookcraft” untuk siswa SMA. Acara yang diselenggarakan di Museum Bank Mandiri ini berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu, 25 dan 26 April 2009. Ana P. Dewiyana, Editor Eksekutif Pelangi Mizan, menjadi fasilitator pada acara tersebut.

Awalnya, acara ini ditujukan untuk membuat buku dalam bentuk bookcraft. Namun, melihat kondisi peserta yang masih baru mengenal penerbitan buku, titik tekan workshop pun dialihkan terlebih dahulu menjadi (lebih bersifat) pengenalan terhadap penerbitan buku, bagian-bagian buku, dan konsep membuat buku. Di pertengahan acara, panitia membagikan gelang dari bahan karet berwarna hijau yang bertuliskan Peace Generation sebagai merchandise. Peace Generation merupakan salah satu program sosial yang masih satu bendera dengan penerbit Pelangi Mizan. Program tersebut diusung oleh Irfan AmaLee (CEO Pelangi Mizan).

Buku Apa, sih, yang Kamu Sukai? (Games) 
Pada 25 April 2009, peserta yang hadir sekitar 20 orang. Suasana acara sangat santai, meriah, dan ceria. Acara dimulai dengan games tentang buku favorit. Semua peserta diminta memejamkan mata dan membayangkan buku favorit masing-masing. Kemudian, setiap peserta membisikkan salah satu judul buku favoritnya ke teman yang ada di sampingnya.

Setelah seluruh peserta selesai membisikkan judul buku favoritnya, orang yang dibisiki menyebutkan judul buku favorit temannya tadi. Rupanya, buku favorit setiap peserta berbeda-beda. Games ini bertujuan untuk menggali kepekaan peserta terhadap buku-buku yang paling disukainya, juga sejauh mana mengenal buku-buku yang disukai remaja.

Siapa, sih, Orang-Orang di Balik Penerbitan Buku? (Sharing Interaktif) 
Fasilitator acara tersebut mengajak peserta untuk mengenal orang-orang di belakang layar penerbitan buku. Ana menyampaikan bahwa ada tiga jenis tim redaksi untuk menyusun buku agar bisa terbit. Pertama, tim kecil yang terdiri dari penulis naskah, editor, desainer sampul buku, dan setter. Kedua, tim dengan jumlah yang lebih banyak atau disebut juga tim sedang, yaitu penyusun data, penulis naskah, penerjemah, editor, asisten editor, proofreader, ilustrator, desainer sampul buku, desainer isi, dan setter. Ketiga, tim yang melibatkan banyak orang. Biasanya buku yang digarap dengan tim sebanyak ini adalah buku dalam bentuk paket, misalnya, ensiklopedia, kamus, atlas, tafsir, fotografi, atau buku-buku lainnya yang dilengkapi dengan multimedia (CD lagu, CD audio book, CD interaktif, CD film, games, kamus, dan lain-lain). Tim redaksinya bisa terdiri dari dewan redaksi, konsultan penerbitan, editor kepala, editor eksekutif, asisten editor, editor bahasa, editor ahli, kontributor (peneliti), penulis naskah, penerjemah, proofreader, pengarah artistik, ilustrator, fotografer, tipografi, desainer sampul buku, desainer isi, desainer produk, model, produser, animator, reporter, operator studio, penulis skenario, pengisi suara, penggubah lagu, arranger, penyanyi, dan pemain musik.

Mengenal Buku: Jenis-Jenis Buku (Games)
Acara pun bergeser ke pengenalan buku. Karena hari sudah siang dan peserta terlihat lesu, fasilitator acara ini mengajak peserta ber-games lagi. Semua peserta diminta berdiri, membentuk setengah lingkaran. Masing-masing peserta diminta menyebutkan jenis-jenis buku. Dalam workshop ini, yang termasuk jenis-jenis buku adalah komik, cergam, novel, novelet, nomik, antologi (kumpulan), dongeng, biografi, catatan harian (jurnal/diary), ensiklopedia, fotografi, karya ilmiah, tafsir, kamus, panduan (how to), atlas, ilmiah, teks, dan mewarnai.

Setelah masing-masing peserta menyebutkan jenis-jenis buku, permainan pun dimulai. Seluruh peserta memetik ibu jari dan jari tengah tangan kanannya masing-masing, lalu tangan kiri. Kemudian bertepuk tangan. Terakhir menepuk paha. Permainan itu dilakukan berulang-ulang hingga menemukan irama yang pas. Sambil melakukan gerakan tersebut, setiap peserta menyebutkan jenis-jenis buku. Suasana mulai semarak. Beberapa peserta mulai tertawa-tawa karena melakukan kesalahan yang disambut dengan celetukan riang dari peserta lainnya. Peserta yang melakukan kesalahan dalam permainan ini diminta untuk bernyanyi. Alhasil, acara pun bertambah semarak. Rupanya, tujuan permainan ini untuk menyeimbangkan antara otak kanan dan otak kiri, juga untuk memperlancar peredaran darah di seluruh tubuh.

Mengenal Buku: Bentuk-Bentuk Buku
Selain jenis-jenis buku, peserta yang terdiri dari remaja SMA itu pun diperkenalkan tentang bentu-bentuk buku. Menurut Ana, bentuk-bentuk buku terdiri dari buku dengan hard cover, soft cover, buku bantal, e-book, audio book, audio-visual book. Fasilitator tersebut memperlihatkan contoh bentuk-bentuk buku. Untuk bentuk-bentuk buku, rupanya masih banyak peserta yang baru mengenalnya.

Mengenal Anatomi Buku
Menjelang istirahat, acara berlanjut ke bagian mengenal anatomi buku. Menurut uraian Ana, anatomi buku ini bisa disebut juga bagian-bagian buku. Anatomi buku dibagi ke dalam empat kelompok besar. Pertama, bagian sampul buku. Kedua, bagian pendahuluan. Ketiga, bagian nas. Keempat, bagian penyudah.

Selanjutnya, uraian lebih mengarah ke detail-detail anatomi buku. Misalnya, bagian sampul buku. Menurutnya, bagian ini terdiri dari jaket sampul, lidah jaket sampul depan, lidah jaket sampul belakang, sampul depan, sampul belakang, sinopsis, wara (teks di sampul belakang).

Adapun bagian pendahuluan meliputi: sheetblad depan 1 (yang menempel di sampul depan), sheetblad depan 2, sheetblad depan 3, halaman judul (memuat judul saja dengan font ukuran kecil), halaman pancir (memuat judul dan pengarang), halaman persembahan, judul (full title), halaman pengantar penulis, halaman pengantar penerbit, halaman pengantar editor ahli/staf ahli, halaman perancis (copyright), dan halaman daftar isi.

Kemudian, materi berlanjut ke pengenalan bagian nas. Dalam bagian ini terdapat halaman isi, judul bab, halaman pembahasan, dan halaman ilustrasi (gambar atau foto). Untuk pengenalan anatomi buku ditutup dengan pemaparan bagian penyudah, yaitu lampiran, catatan, indeks, singkatan, takarir (daftar istilah disertai penjelasan yang disusun secara berurutan *abjad), daftar pustaka, biografi penulis, sanwacana (teks yang berisi ucapan terima kasih penulis), sheetblad belakang 1, sheetblad belakang 2, dan sheetblad belakang 3 (yang menempel di sampul belakang).

Mengenal Cara Membuat Konsep Desain Produk Buku
Setelah peserta diajak menelusuri anatomi buku dan mengenal orang-orang di balik penerbitan buku, fasilitator acara ini melanjutkan materinya ke bagian mengenal cara membuat desain produk buku. Ana memberikan gambaran bahwa sebelum buku diterbitkan, dibuat konsepnya terlebih dahulu. Konsep tersebut terdiri dari beberapa poin, yaitu menentukan jenis naskah, jenis buku, bentuk buku, ukuran buku, bahan buku, desain buku, desain sampul buku, desain halaman isi, anatomi halaman, anatomi naskah, dan cara membuat dummy sederhana.

Praktik Membuat Konsep Desain Produk Buku
Semua peserta dibagi empat kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Setahap demi setahap, peserta diarahkan langsung untuk menyusun konsep membuat produk buku. Dari menentukan jenis naskah hingga menentukan desain halaman isi buku. Peserta diajak seolah-olah akan menyusun sebuah buku (tentu saja buku versi mereka). Diskusi antarpeserta pun terlihat seru. Mereka menyusun konsep-konsep itu sambil ditemani makan siang yang sudah disiapkan oleh kakak-kakak panitia. Kakak-kakak panitia WBD ini tampak selalu “siap siaga” mendampingi dengan baik pembicara maupun peserta dari awal hingga akhir acara.

Presentasi Karya
Tidak terlalu sulit bagi peserta untuk menyusun konsep membuat buku. Mereka tampak sangat antusias. Akhirnya, acara pun bergeser ke sesi presentasi karya masing-masing kelompok. Di bagian ini, suasana tampak lebih hidup, dipenuhi komentar-komentar para peserta terhadap karya teman-temannya. Kelompok I membuat konsep buku antologi cerpen, kelompok II juga membuat konsep buku antologi cerpen, kelompok III membuat konsep buku novel, dan kelompok IV membuat konsep buku how to.

Pembagian Doorprize
Acara pun ditutup dengan beberapa pertanyaan dan kesan-pesan dari peserta. Tentu saja, yang tidak terlupakan adalah pemberian doorprize untuk para peserta yang mengajukan pertanyaan dan memberikan kesan-pesan pada akhir acara. (APD)
***

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s